Kabar Buruk untuk PNS Lulusan SD, SMP, SMA Siap-Siap Masuk Daftar Rasionalisasi

Menjadi guru terutama guru berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) baik yang mengajar di jenjang SD, SMP, maupun SMA diera sekarang ini butuh kemampuan yang lebih baik, dikarenakan kita tidak bisa menutup mata bahwa era teknologi membuat peserta didik semakin pintar, semakin cepat memperoleh informasi, memperoleh ilmu. Jika para guru yang kompetensinya mohon maaf masih rendah, tidak mengenal atau bahasa kasarnya Gaptek, akan semakin tertingal, apalagi budaya membaca, budaya menulis, bapak/ ibu guru sangat kurang.

Kualitas PNS di Indonesia masih banyak yang berada di bawah standar kompetensi. Menurut Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Apara‎tur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, ada 39 persen PNS yang kemampuannya di bawah rata-rata.

Karena itu, mereka menjadi target rasionalisasi PNS. Saat ini, jumlah PNS pusat dan daerah mencapai 4,517 juta.

"‎Target rasionalisasi adalah PNS yang pendidikannya SMA, SMP, dan SD. Selain pendidikannya rendah, kompetensinya juga kurang," kata Setiawan, Minggu (28/2).

Dia menyebutkan, PNS di instansi daerah yang lulusan SMA sebanyak 26,5 persen. Sedangkan SMP serta SD masing-masing 1,9 dan 1,2 persen.‎ Sementara itu, PNS lulusan SMA di pusat mencapai 26,3 persen. Sedangkan lulusan SMP serta SD mencapai 1,8 dan 1,1 persen.

"Target pemerintah, yang menjadi PNS minimal lulusan diploma. Saat ini jumlah PNS daerah yang mengenyam pendidikan diploma 23 persen dan 13,9 persen di pusat," tambah Setiawan.

Untuk lulusan S1, PNS daerah sebanyak 43,9 persen. Sedangkan di pusat mencapai 42,4‎ persen. Sementara itu, PNS lulusan S2 di pusat sekitar 13,2 persen. Sedangkan daerah mencapai 3,5 persen. Di sisi lain, lulusan S3 untuk PNS pusat 1,26 persen dan daerah 0,03 persen. (sumber: jpnn.com)

.:: Semoga hidup Bapak/ Ibu Guru senantiasa diberi kebahagiaan ::.

Comments
0 Comments

0 komentar