Lompatan Emas Plt Ketum PGRI

Lompatan Emas Plt Ketum PGRI

Oleh : Budi Setia Baskara
(Kesekretariatan PGRI Kota Sukabumi Prov. Jawa Barat)

Dengan wajah optimis sejumlah 71 Anggota PGRI yang terdiri dari PB PGRI, PGRI Provinsi dan 3 Perwakilan PGRI Kota/Kabupaten, memasuki ruang pertemuan di Istana Kepresidenan.

Meski tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi, tetapi semua audiens mengantri memasuki ruangan. Presiden tiba diruangan,  hal yang paling mengesankan dari sambutan singkat beliau adalah ungkapan " saya kangen dengan PGRI" ,  sebuah sambutan singkat dan penuh dengan nuansa keakraban.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian sepatah kata oleh Plt. Ketum PB PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd dengan mentampaikan beberapa point sebagai berikut :
1. Bahwa kami PGRI "lebih kangen" dengan  Bapak Presiden untuk bisa selalu duduk bersama.
2.Penyampaian beberapa aspirasi hasil kristalisasi pertemuan persiapan di hotel Fave Jl. K.H. Samanhudi No. 26 Pasar Baru Jakarta pusat yakni tentang :
a. Pentingnya meningkatkan Profesionalisme Guru dengan prinsip " Guru harus lebih banyak menberi daripada menuntut demi suksesnya Pendidikan Nasional.
b. Pentingnya pengangkatan Guru Honorer
c. Kondisi strategis dan kontribusi PGRI dalam Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui 58 Perguruan Tinggi  PGRI dan Ratusan Sekolah Sekolah PGRI.

3. Penyampaian tentang Permohonan peresmian Gedung Guru oleh Presiden sebagai legacy terhadap PGRI
4. Penyampaian harapan dari para Guru agar Bapak Presiden hadir ditengah-tengah guru dalam acara HGN sekaligus HUT PGRI ke-71

Acara makan siang bersama dilaksanakan dengan penuh kekeluargaan. Dilanjut dengan penyampaian aspirasi singkat dari beberapa perwakilan sebagai berikut :

1. Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat
a) Agar HGN dan HUT.PGRI Ke-71 disatukan. b) Pemantau Profesi Guru tidak usah dibentuk, karena sudah ada PGRI
2. Ketua PGRI Kotsi :
a). PGRI itu memiliki 3 orang tua : Presiden, Mendikbud dan Ketua PB.PGRI, kehadiran ketiganya dinantikan kehadirannya dalam HGN dan HUT PGRI karena menjadi symbol sinergitas,  pemersatu dan  menjawab kerinduan seluruh guru se- Indonesia.
b) Program nawacita pada point 3 dan 8 yg menjelaskan pentingnya membangun dari pinggiran desa seirama dengan gerakan PGRI yaitu : membangun pendidikan dari pinggiran dengan meningkatkan pelayanan berkualitas dan mengutamakan prestasi yg dimulai dari persekolahan, Ranting,  Cabang,  Kab/ Kota, Provinsi bahkan sampai pada level Nasional.
c) Program pentingnya Revolusi Mental yg menekankan pentingnya.Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Sejarah Kebangsaan, itu sangat pas untuk mendukung Program Revolusi Mental yang di canangkan oleh Presiden.
3. Ketua PGRI Prov. Aceh Gorontalo, Sulawesi Selatan,  Maluku, Jawa Tengah,  Persatuan Perguruan Tinggi PGRI, Papua,  dan Litbang PB.PGRI yang secara umum menyampaikan beberapa point baik terkait pengajuan Undang Undang Perlindungan Guru, Pengangkatan honorer, Infrastruktur /Prasarana, dan lain-lain. Namun mengingat padatnya acara Bapak Presiden, seluruh aspirasi tersebut akan diagendakan dalam program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta dibantu oleh PB PGRI.

Rangkaian terakhir, photo bersama. Guru kembali tercengang ketika sejumlah 71 Anggota PGRI mendapatkam kesempatan bersalaman yg diabadikan langsung satu persatu di samping berphoto secara kelompok. Sungguh luar biasa apresiasi beliau terhadap guru !!!

Jakarta, 26 Oktober 2016
Plt. Ketum PB PGRI

Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd.
Comments
0 Comments

0 komentar