HARI GURU NASIONAL 2017/HUT-72 PGRI

Seluruh insan pendidik hari ini, 25 Nov 2017 larut dalam suasana yang sangat menggembirakan, baik itu dalam suatu upacara resmi ataupun bentuk kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan. HGN yang tanggalnya di tetapkan oleh pemerintah, di ambil dari hari kelahiran PGRI merupakan suatu penghormatan pada organisasi guru ini.

Momentum HGN 2017/HUT-72 PGRI ini, kami mencoba merefleksikan sosok guru masa lalu, sekarang dan yang akan datang. *Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan.*
Sosok guru masa lalu; kadangkala sering terlontar saat ini oleh masyarakat, kita semua (yang kebetulan hidup zaman itu), dengan "cerita" positif dan negatifnya tentunya.
Sosok guru yang cenderung "nrimo" apa adanya, serta di gambarkan dengan naik sepeda ontel saat pergi kesekolah untuk mengajar siswanya. Di ceritakan juga bahwa hubungan siswa dan guru pada masa lalu sangatlah "ketat" dengan semua aturan, masa inilah (kadangkala) "dirindukan" oleh masyarakat saat ini yang hidup zaman lalu, namun "cenderung" melupakan(?) sikap orang tua/masyarakat masa itu kepada guru (yang sangat menghargai dan menghormati apapun yang dilakukan guru kepada siswa untuk kebaikannya), belum ada alat komunikasi yang canggih, belum ada kelompok LSM penggiat anak, belum ada internet (berbeda dengan era saat ini).

Zaman terus bergulir sampai hari ini, dengan era gagdet, android, internet yang mudah di akses oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun. Semua serba cepat, segala sesuatu dapat di akses tentunya pun dengan efek positif dan negatifnya.

Guru dan siswa masa lalu belum ada yang kenal kecanggihan masa ini, guru masa kini diperhadapkan dengan siswa pada zaman now, sementara saat di perkuliahan calon guru tidak di persiapkan secara "luar biasa" untuk menghadapi siswa zaman now. Sementara tuntutan orang tua, masyarakat maupun pemerintah "menuntut" agar guru dapat mengimbangi siswa zaman now. Guru transisi masa lalu dan masa now (kadangkala) sulit untuk mengikuti perkembangan IT, sulit mengubah kebiasaan (pola) mengajar masa lalu dengan zaman now. Kemajuan pola mengajar dan sistem pembelajaran saat ini melaju dengan pesat sesuai dengan era yang berubah. Satu sisi guru transisi masa lalu masih "cenderung" mempertahankan pola lama (bagi yang sulit untuk berubah), disinilah (kadangkala) terjadi gesekan antara guru dengan siswa yang fatalnya berakhir di penegak hukum.

Ortu/masyarakat/penggiat anak dan pemerintah menginginkan pola pembelajaran tidak lagi menggunakan pola masa lalu, yang cenderung memaksakan pelajaran pada siswa, baik itu pemaksaan dalam bentuk fisik maupun psikologis. Guru yang "lamban" beradaptasi dengan masa now menjadi ; masa bodoh atau emosional pada siswa.

Tentunya ini semua tidak di inginkan terjadi oleh semua pihak, sebagai pendidik yang mencintai NKRI dan selalu mengedepankan kepentingan anak bangsa, akan selalu berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, selalu meng update informasi apapun, selalu meng upgrading kompetensi yang di miliki.

Lantas..., guru seperti apa yang di kehendaki untuk masa mendatang..??! Jika tidak dipersiapkan secara matang, serius serta bersungguh sungguh, maka peran guru masa depan bisa saja akan berganti kepada gagdet dan android.

Semoga ini tidak terjadi....!!
Selamat Hari Guru Nasional 2017/HUT-72 PGRI.
Jayalah Guru ku...!!
Jayalah Negeri ku...!!
Jayalah Bangsa ku...!!

by. Syam Zaini
Wassalaam...., tabe
Palu, Nov. 25. 2017
# HUTke72PGRI
Comments
0 Comments

0 komentar